Jumat, 20 Januari 2012

Keterbatasan & Masalah ( Bukan ) Akhir Hidup ???

Keterbatasan & Masalah ( Bukan ) Akhir Hidup ???

Tak ada manusia yang terlahir sempurna
Jangan kau sesali segala yang telah terjadiKita pasti pernah dapatkan cobaan yang berat
Seakan hidup ini tak ada artinya lagi

Syukurilah apa yang ada

Hidup adalah anugerah

Tetap jalani hidup ini
Perlakukan yang terbaik.
Tuhan pasti kan menunjukkan

kebesaran dan kuasanya Bagi hambanya yang sabar dan tak kenal putus asa...




Kisah yang inspirasional buat renungan masa depan kita. Kisah ini pernah diputar di Kick Andy seminggu yang lalu. Pada malam itu acara Kick Andy mengambil topik bertahan hidup ditengah keterbatasan fisik ( melawan nasib demi masa depan).
Keterbatasan fisik yang ditampilkan ada bermacam-macam,

ada yang tuna netra, ada yang cacat tidak mempunya kaki sejak lahir, ada yang tidak mempunyai kaki dan memiliki tangan yang sangat kecil..

Salah satu kisah yang aku ambil yaitu tentang Pak Sidik ( pada gambar Bapak yang memakai baju merah ).
Bapak ini mempunyai keterbatasan fisik tidak mempunyai kaki, hal ini dialaminya sejak lahir. Pak Sidik ini walaupun dengan kondisinya yang demikian, dia dapat mencukupi kebutuhan keluarganya. Setiap pagi dengan menggunakan sepeda motor, dia musti membawa kerupuk-kerupuk ke warung langganannya. Ingat bahwa bapak tersebut cacat !!!Apa jadinya kalau Pak Sidik tersebut putus asa dan menganggap hidupnya dan masa depannya sia-sia?
Tentu dia tidak akan bisa mandiri seperti saat ini. Walaupun dia tidak mempunyai kaki tetapi dia masih memiliki semangat hidup yang luar biasa untuk hidup dan merintis masa depannya. Dia dapat memilih jalan hidup mandiri yang tepat tanpa mengharapkan bantuan belas kasihan dari orang lain.Tentu kita dapat mengambil hikmah dari kisah itu, dia dapat membuat kecacatan fisik yang dia alami seakan tidak berarti. Dia dapat terus merintis masa depannya walaupun dengan kondisi demikian. “Dari Fisik yang tidak sempurna dapat menjadikan Hidupnya Sempurna”.


























































Demikian juga gambar diatas yang tak lain dan tak bukan merupakan gambar yang diambil setelah bencana yang melanda kota Padang.
Saya juga turut mengucapkan belasungkawa buat keluarga yang ditinggalkan oleh korban dan semoga amal ibadahnya diterima oleh Yang Maha Kuasa.

Dari peristiwa ini pun saya mendapat pelajaran yang amat berharga, yakni agar dapat menghargai hidup dan masa depan kita. Bencana ini nyaris saja menghancurkan kota Jambi dengan pusat gempa di Kerinci, tapi untung saja bencana ini tidak terjadi. Kita dapat bayangkan betapa pilu jika melihat di televisi, betapa banyak korban dan betapa mirisnya nasib korban-korban yang selamat.

Semoga masyarakat Padang diberi kekuatan okeh Yang Maha Kuasa dan dapat mengambil himah dari bencana ini. Dan rekonstruksi kota Padang akan menjadikan masa depan kota ini lebih cerah, sehingga kota Padang kembali menjadi kota Padang yang indah.
Ingat kalau Tuhan tidak pernah menguji umatnya melebihi kemampuan yang dipunyainya.

Jadi bagaimana, apakah sekarang kita tetap menganggap keterbatasan dan masalah
sebagai akhir hidup?
atau keterbatasan dan masalah
bukan sebagai akhir hidup?

Semuanya tergantung dari kita sendiri :)


sumber : http://rahasia-masa-depan.blogspot.com/2009/10/keterbatasan-masalah-bukan-akhir-hidup.html

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar